3 Warga Korea Utara Didakwa di AS Karena Terlibat Pencurian Senilai Rp 18,2 Triliun

3 Warga Korea Utara Didakwa di AS Karena Terlibat Pencurian Senilai Rp 18,2 Triliun

3 Warga Korea Utara Didakwa di AS Karena Terlibat Pencurian Senilai Rp 18,2 Triliun

Tiga warga Korea Utara udah didakwa di AS atas skema pencurian dan memeras dana senilai lebih dari US$ 1,3 miliar (sekitar Rp 18,2 Triliun) dari bank dan usaha di seluruh dunia.
FS88BET
Ketiganya, yang tidak ditahan, juga dituduh menyebarkan program cryptocurrency berbahaya. Seorang warga negara Kanada-Amerika juga dituduh laksanakan pencucian uang.

Melansir BBC, Kamis (18/2/2021), para pria berikut juga dituduh menjadi bagian dari serangan dunia maya Wannacry th. 2017, yang melumpuhkan sistem komputer layanan kesehatan Inggris dalam skala nasional.

Saat mengumumkan dakwaan tersebut, Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional, John Demers, menjelaskan Korea Utara “telah menjadi sindikat kriminal”.

Salah satu terdakwa, Park Jin Hyok, di awalnya didakwa dua th. selanjutnya atas perannya dalam peretasan Sony Entertainment Pictures th. 2014.

Park, Jon Chang-hyok dan Kim-il dituduh laksanakan konspirasi kriminal, konspirasi untuk laksanakan penipuan bank.

Departemen Kehakiman mengatakan, para terdakwa bekerja untuk Biro Umum Pengintaian, badan intelijen militer Korea Utara.

“Operator Korea Utara, memakai keyboard dan bukan senjata, mengambil dompet digital cryptocurrency alih-alih duit tunai, adalah perampok bank terkemuka di dunia,” kata Demers.

Pria keturunan Kanada-Amerika, Ghaleb Alaumary (37) dari Mississauga, Ontario, dituduh sebagai oknum pencucian duit kelompok itu dalam persoalan terpisah yang diumumkan terhadap Rabu (17/2). Para pejabat mengatakan, dia udah setuju untuk mengaku bersalah atas tuduhan tersebut.

Kunjungi Juga : Berita Kriminal

Ketiga orang yang terkena dakwaan juga laksanakan kampanye yang menargetkan kontraktor pertahanan dan daya AS.

Sebagai bagian dari ini, pejabat Departemen Luar Negeri dan Pentagon tertipu untuk membagikan kredensial mereka sehingga peretas mampu terhubung komputer mereka.

“Lingkup tindakan kriminal oleh para peretas Korea Utara amat luas dan berlangsung lama dan kisaran kejahatan yang udah mereka laksanakan amat mengejutkan,” kata Penjabat Jaksa AS Tracy Wilkison.