Akhir Pelarian Pemerkosa Mahasiswi di Purbalingga, Buron dan Sudah Berkeluarga

Akhir Pelarian Pemerkosa Mahasiswi di Purbalingga, Buron dan Sudah Berkeluarga

Akhir Pelarian Pemerkosa Mahasiswi di Purbalingga, Buron dan Sudah Berkeluarga

Jika ada yang berpikir bisa lolos dari jeratan hukum sebab usia perkara yang terlewat bertahun-tahuan, maka itu analisis keliru. Kasus yang bertahun-tahun berlalu terbukti senantiasa bisa diproses.
Bandar Taruhan
Ini seperti persoalan pemerkosaan yang vonisnya muncul lima tahun, tetapi terpidananya belum merintis hukuman sebab berpindah-pindah domisili. Begitu keberadaannya terdeteksi aparat Kejaksaan Purbalingga, ia segera dijemput untuk merintis jaman hukuman cocok vonis hakim.

Kasus ini berjalan terhadap tahun 2014. Sepasang kekasih menjalin pertalian yang lebih dari sekadar pacaran. Mereka menjalin pertalian intim.

Keduanya masih duduk di bangku kuliah dikala momen itu terjadi. Terpidana berinisial AS (kami inisial untuk merawat korban) sementara itu berusia 23 tahun, sementara NB, penyintas, berusia 17 tahun.

Mereka tak cuma sekali terjalin badan. Suatu ketika, AS berharap terjalin tetapi disertai paksaan, bahkan terbilang penganiayaan. NB tak berdaya dikala dirudapaksa.

Setelah momen itu, ia mengeluh sakit. Ibu gadis di bawah usia itu sesudah itu mempunyai anaknya ke tempat tinggal sakit. Di tempat tinggal sakit itulah, penyintas sesudah itu menceritakan rudapaksa yang dikerjakan kekasihnya.

Ibu gadis itu sesudah itu melaporkan tingkah laku terpidana ke kepolisian. Kasus inipun sesudah itu bergulir sampai ke pengadilan.

Pada 19 Maret 2015, Pengadilan Negeri Purbalingga memvonis AS bersama dengan hukuman penjara selama 3 tahun dan denda 60 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. Ia terbukti menyetubuhi anak di bawah umur.

Karena tak cocok tuntutan, Jaksa Penuntut Umum sesudah itu mengajukan banding. Pada 24 Juni 2015, hakim terhadap sidang banding tingkatkan hukuman AS jadi 4 tahun penjara.

Terpidana rudapaksa itu sesudah itu mengambil alih langkah hukum lanjutan, yakni kasasi. Namun upayanya ditolak pengadilan. AS senantiasa divonis 4 tahun penjara.

Penangkapan Pelaku Rudapaksa

Namun dikala putusan sidang keluar, pelaku rudapaksa yang mula-mula tinggal di tempat tinggal kos di Purbalingga sudah ubah domisili. Menurut keterangan keluarga, ia dikala itu bekerja di Kalimantan. Jaksa tidak bisa mengeksekusi sebab keluarga tidak mempunyai alamat keberadaan terpidana di Kalimantan.

Waktu berlalu. Pada April 2021, Kejari Purbalingga menerima informasi bahwa AS lagi ke Bekasi. Aparat Kejari sesudah itu mengintai keberadaan AS.

Pada Kamis (8/4/2021) pukul 21.30 WIB, Kejari menjemput AS di rumahnya, Vila Indah Permai. Semula tuan tempat tinggal tidak mengakses pintu dikala petugas mengetuk pintu. Namun akhirnya pintu tempat tinggal dibuka.

“Yang membuka terdakwanya langsung,” karta Kasi Intel Kejari Purbalingga, Indra Gunawan, Jumat (9/4/2021).

Penjemputan menyebabkan keluarga AS terpukul, khususnya ibunya. Ibunya bahkan sampai menangis menyaksikan anak lelakinya dijemput petugas kejaksaan.

Terpidana kini termasuk sudah berkeluarga. Ia dikaruniai anak yang kini berumur 8 bulan. Istrinyapun terlihat sedih terhadap momen perpisahan itu.

Kini AS mendekam di Rutan Purbalingga. Ia merintis hukuman penjara 4 tahun dikurangi jaman tahanan selama sistem hukum berlangsung.

Dari keterangan Kejari, AS sudah merintis hukuman tahanan kota tidak cukup lebih 4 bulan. Jika dikonversi bersama dengan jaman tahanan di rutan, maka ia termasuk sudah merintis jaman tahanan 24 hari.

Kunjungi Juga : Berita Kriminal

“Karena lima hari jaman tahanan kota mirip bersama dengan satu hari tahanan di rutan,” ujar Indra menjelaskan.