Hasil Sidang Anak Gugat Orang Tua Rp3 M, Dua Pihak Sepakat Mediasi

Hasil Sidang Anak Gugat Orang Tua Rp3 M, Dua Pihak Sepakat Mediasi

Hasil Sidang Anak Gugat Orang Tua Rp3 M, Dua Pihak Sepakat Mediasi

Sidang perkara anak menggugat ayahnya Rp3 miliar berkenaan perjanjian penggunaan lahan dan bangunan berlanjut ke proses mediasi. Kasus bisa berlanjut secara hukum.
Diketahui, Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (26/1), ulang menggelar sidang berikut dengan agenda pemanggilan para pihak yang berperkara.
Pasang Bola
Deden mengajukan gugatan kepada lima pihak. Yakni, R.E. Koswara (85) selaku papa kandungnya, kakaknya Imas (anak pertama), adiknya Hamidah (anak kelima).

Selain ketiga tergugat, Deden dengan istrinya, Nining, ikut menggugat Ketua RT bernama Yayan sebagai tergugat keempat, PT PLN, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ketua Majelis Hakim PN Bandung I Dewa Gede Suardita menjelaskan, berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1 Tahun 2016 tentang prosedur mediasi, perkara perdata mesti dilaksanakan upaya damai lewat mediasi.

Mediasi bisa dilaksanakan oleh pihak luar maupun dari di dalam pengadilan. Dalam perkara ini, pihak penggugat dan tergugat menghendaki mediator dari pengadilan.

“Jadi, persidangan dapat dilanjutkan dengan mediasi. Sesuai kesepakatan tadi, Heriawan dapat ditunjuk sebagai hakim mediator. Penetapan mediator ditetapkan hari ini 26 Januari 2021,” kata Gede.

Majelis hakim melanjutkan, acara mediasi berlaku sampai 30 hari kerja. Apabila masih belum menemukan kesepakatan berdamai, bisa diperpanjang selama 30 hari kemudian.

“Apabila memperpanjang ulang diperbolehkan dengan keputusan para pihak menghadiri mediasi secara langsung tidak boleh diwakili kuasa hukum. Kuasa hukum boleh mendampingi tetapi tidak boleh menentukan sikap,” ujar hakim.

Kedua pihak baik penggugat dan tergugat lewat kuasa hukumnya menerima keputusan hakim dan bersedia melanjutkan perkara dengan mediasi yang dilaksanakan terhadap 3 Februari.

Dalam sidang ini, Deden selaku penggugat terlihat hadir. Sementara, R.E. Koswara tidak ada di persidangan kali ini. Pihaknya memberi tambahan 20 kuasa hukum untuk mendampingi perkara ini.

Kasus ini bermula selagi Deden menyewa beberapa tempat tinggal punya Koswara di Jalan AH Nasution sejak 2012 dengan nilai kontrak Rp8 juta per tahun.

Pada 2020, Koswara merencanakan menjajakan tanah dan bangunan miliknya seluas 3.000 mtr. persegi. Uang hasil penjualan dapat dibagikan kepada para pakar waris.

Kunjungi Juga : Berita Kriminal

“Pak Koswara sendiri memiliki empat adik dan jika tempat tinggal dan tanah itu dijual dapat dibagikan kepada pakar waris juga juga nantinya dibagikan kepada anak-anaknya. Akhirnya sewa menyewa dibatalkan, duwit Rp8 juta itu juga telah dikembalikan,” tutur Bobby Herlambang, kuasa hukum Koswara.

Deden tak terima. Ia pun mengajukan gugatan secara perdata ke PN Bandung. Dalam gugatannya, penggugat menghendaki duwit Rp3 miliar sebab terasa dirugikan.