Polri Pakai Pasal Pembunuhan Usut Polisi Penembak Laskar FPI

Polri Pakai Pasal Pembunuhan Usut Polisi Penembak Laskar FPI

Polri Pakai Pasal Pembunuhan Usut Polisi Penembak Laskar FPI

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri gunakan pasal pembunuhan dan penganiayaan yang memicu kematian di dalam penyelidikan kasus unlawful killing
“(Dasar penyelidikan) Pasal 351 ayat (3) dan Pasal 338 (KUHP),” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi selagi dihubungi wartawan, Rabu (3/3).
FS88BET
“Tentang pembunuhan dan penganiayaan yang memicu mati,” jadi dia.

Dalam pengusutan itu, terdapat tiga anggota kepolisian yang menjadi terlapor. Hanya saja, kasus berikut masih berstatus penyelidikan sehingga belum ada tersangka yang dijerat.

Jika merujuk pada beleid tersebut, nantinya para pelaku bakal terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Adapun bunyi Pasal 338 KUHP ialah: Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam gara-gara pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Sementara, Pasal 351 ayat (3) berbunyi: Jika memicu mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Dalam insiden itu, diketahui empat Laskar FPI masih hidup sebelum saat polisi membawanya ke di dalam mobil. Sementara, dua laskar yang lain telah meninggal selagi bentrok sampai baku tembak pecah sebelumnya.

Polisi diduga menembak mati Laskar FPI yang tersisa lantaran diklaim melawan petugas.

Bareskrim pun kini tengah mencari alat bukti sebelum saat memilih langkah hukum sambungan di dalam perkara tersebut.

“Kami melakukan penyelidikan dahulu untuk temukan bukti permulaan,” ucap dia lagi.

Selain polisi, Komnas HAM termasuk pernah merilis hasil temuan investigasi mereka. Disimpulkan bahwa petugas polisi melanggar HAM gara-gara membunuh 4 dari 6 orang anggota laskar tanpa usaha menghambat kematian di dalam bentrokan.

Kunjungi Juga : Berita Kriminal

Komnas tunjukkan bentrok tak bakal berlangsung terkecuali laskar tak menunggu kedatangan polisi. Komnas termasuk tunjukkan penembakan pada 4 dari 6 laskar FPI melanggar HAM.